Skip to content

JOB DESCRIPTION

3 Mei 2009

JOB DESCRIPTION

Dalam sebuah produksi audio visual

by freddy yusanto

Produser

Produser adalah pemain utama di televisi, film dan video industri. Permulaan ide dari sebuah proyek seringkali datang dari produser dan mereka mengawasi proyek dari perencanaan sampai selesai. Mereka terlibat dalam proses marketing dan distribusi seperti mereka memantau shooting. A producer must has good taste, seorang produser harus mempunyai selera yang baik. Untuk itu seorang produser harus mempunyai wawasan yang luas tentang film, baik teknis maupun non teknis. Produser bekerja sama dengan sutradara dan staf produksi dalam proses shooting dan selalu terlibat di dalamnya.

Job description

Singkatnya, seorang produser dapat membawa sebuah konsep ke dalam layar. Orang yang dapat melakukan semua kemungkinan.

Produser terlibat dalam setiap pertunjukan dalam sebuah program televisi, film atau video, dari awal proyek sampai akhir, baik di studio ataupun di luar studio. Dia adalah team leader yang paling penting dan bergantung pada ukuran proyek dan didukung oleh production assistant, koordinator fasilitas dan unit manager.

Aktifitas khusus meliputi:

  1. Membuat rencana anggaran biaya produksi
  2. Mengembangkan konsep cerita yang akan diproduksi
  3. Mengatur masalah-masalah yang timbul pada saat waktu shooting
  4. Supervisi progress proyek dari produksi dan pasca produksi
  5. Mengelola seluruh sumber daya (SDM, keuangan dsb) dengan baik agar pelaksanaan pembuatan suatu paket produksi dapat berjalan sesuai target
  6. Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan proses pembuatan paket produksi, intern maupun ekstern
  7. Melakukan negoisasi harga dengan pemain
  8. Mengantarkan sebuah produksi sesuai dengan budget

Director

Visi sutradara adalah membimbing kru-nya dalam mencari lokasi yang tepat, melakukan casting, mendesain set dan lighting serta terlibat dalam proses editing dan dubbing.

Oleh karena itu, hal yang terpenting adalah kemampuan dalam memimpin. Yang meliputi kemampuan dalam bekerjasama dengan banyak orang, pemilihan artistik, mengetahui masalah teknis serta mempunyai kemampuan dalam menangani perubahan-perubahan yang terjadi di lapangan. Sutradara diharapkan dapat bekerja keras di bawah tekanan. Tidak ada latar belakang yang jelas mengenai darimana seorang sutradara mendapatkan ilmunya, beberapa dari mereka memiliki pengalaman dalam bidang produksi, kamera ataupun editing. Tapi yang paling utama adalah mereka harus memiliki pengalaman dalam bidang industri ini.

Aktifitas khusus meliputi:

  1. Merepresentasikan naskah
  2. Brainstorming ide dengan produser dan penulis naskah
  3. Mem-breakdown naskah ke dalam syuting list
  4. Melakukan casting calon pemain
  5. Memimpin crew produksi di lapangan
  6. Bertanggung jawab terhadap proses pengambilan gambar
  7. Mengarahkan para pemain di lapangan
  8. Men-supervisi di bagian editing

Penulis Naskah

Naskah adalah blue print sebuah film, tugas diantaranya:

  1. Melakukan survey dan riset awal suatu cerita
  2. Menulis sebuah naskah film yang akan diproduksi
  3. Melakukan brain-storming naskah dengan produser dan sutradara
  4. Melakukan revisi naskah sesuai dengan hasil brain-storming

Unit Produksi (Production Assistant)

Unit produksi mempunyai peran sebagai kunci dalam menjalankan proses produksi secara baik, membantu produser dalam mengatur proses produksi agar sesuai dengan jadwal serta budget.

Unit produksi menjalankan proses administrasi terhadap produser dan director dan masuk ke dalam semua proses produksi dari pra produksi hingga post produksi.

Job description

Unit Produksi selalu terlibat dalam sebuah program dengan cara mengamati langsung di lapangan sebagai koordinator lapangan dan memastikan semua apa yang terjadi di lapangan.

  1. Mengkoordinir dan mengkomunikasikan persiapan produksi & fasilitas yang dibutuhkan
  2. Melakukan pengurusan hak cipta serta pembayaran royalti
  3. Mengkoordinir perencanaan meeting serta mencatat hasil meeting
  4. Membantu produser menyusun rencana anggaran biaya
  5. Membantu produser menyusun schedule produksi
  6. Mendistribusikan naskah kepada pemain dan kru yang membutuhkan
  7. Mencari dan menghubungi calon pemain
  8. Mengkoordinir akomodasi dan transportasi (bila diperlukan)
  9. Surat menyurat (izin, kerja sama dll)

Kamerawan

Kamerawan dapat mengoperasionalkan kamera dalam setiap kondisi, menghasilkan sebuah gambar sesuai dengan permintaan director dengan menggabungkan antara skill yang dimiliki dengan teknologi. Seorang kamerawan, dibawah komando seorang DOP (Director of Photography)  harus dapat mengasilkan shot terbaiknya.

  • Membaca dan mempelajari naskah film
  • Melakukan persiapan dan setting peralatan kamera, termasuk di dalamnya adalah tripod, monitor, lampu, kabel, headphone
  • Memberikan masukan kepada DOP untuk menghasilkan shot terbaik dalam tiap scene
  • Mempelajari naskah
  • Menemukan solusi teknis bila menemui masalah di lapangan
  • Selalu kreatif dan perhatian terhadap visual yang dihasilkan dari angle-angle shot
  • Selalu siap melakukan inovasi dan melakukan ekperimen dengan berbagai macam ide
  • Interlinking with a range of functions and equipment;
  • Melakukan intruksi dari director maupun DOP
  • Berkoordinasi terus dengan kameraman lain termasuk dengan soundman dan lightingman serta aktor
  • Selalu menjaga hubungan baik dengan asisten kamerawan
  • Bekerja cepat, karena waktu sangat berharga pada saat produksi berjalan
  • Selalu bertanggung jawab dalam situasi apapun yang berhubungan dengan hasil gambar
  • Merencanakan pekerjaan dengan ketelitian. Ketika dalam sebuah scene ada adegan ledakan, maka hanya perencanaan yang matang dan ketelitian yang dapat menghantarkan adegan tersebut dapat menghasilkan gambar yang baik, mengingat adegan seperti ini sangat mahal
  • Selalu mengikuti perkembangan teknis kamera dan peralatan lainnya

Pencatat Adegan & Kleper

  • Membaca dan mempelajari naskah film
  • Mencatat semua perekaman gambar di lapangan baik melalui VTR maupun Docking kamera berdasarkan form yang sudah dibuat
  • Form script berisi No, Kaset, Scene, Shoot, Take, Timecode, Keterangan
  • Membuat pencatatan ulang agar mudah dibaca oleh editor
  • Memberikan label pada master shooting, nomor kaset sesuai dengan pencatatan

Lightingman

  • Membaca dan mempelajari naskah film
  • Chief Lighting mengikuti pra produksi agar mengetahui konsep setiap scene dan look secara keseluruhan film
  • Melakukan perhitungan kebutuhan lampu untuk setiap produksi
  • Mengatur setting lampu sesuai dengan permintaan sutradara di lapangan
  • Berusaha untuk mengatasi masalah pencahayaan di lapangan dengan berbagai cara untuk menghasilkan tata cahaya yang diinginkan
  • Melihat kebutuhan listrik dan mencari titik listrik pada setiap setting
  • Jika harus menggunakan genset, maka order kebutuhan daya setting untuk kebutuhan lampu

Art & Property

  • Membaca dan mempelajari naskah film
  • Membreakdown naskah berdasarkan kebutuhan art dan property pada setiap scene
  • Menyiapkan property pada saat shooting

Soundman

  • Membaca dan mempelajari naskah film
  • Mempersiapkan jenis microphone
  • Melakukan perekaman pada saat shooting
  • Memantau kualitas sound pada saat shooting

PU

  • Membantu mempersiapkan kebutuhan kru (menyiapkan makan, minum, dll)
  • Membersihkan tempat shooting setelah selesai

Apakah Anda harus hafal semua deskripsi tugas di atas? Anda tidak harus hafal tetapi Anda harus tahu tugas masing-masing kru agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berakibat fatal.

Semoga bermanfaat….. Wass…

(dari berbagai sumber)

6 Komentar leave one →
  1. dede ratna M permalink
    4 Mei 2009 8:15 am

    boleh ga minta job des web designer?soalnya penting bangat nich?makasih yah sebelumnya.

    • fredyusanto permalink*
      14 November 2009 9:34 pm

      wah..sorry bro,aku gak begitu ngerti ttg dunia per web an he he,mungkin bisa cari referensi orang yg lebih ngerti kali…biar infonya valid.thx

  2. novan permalink
    26 Mei 2009 1:49 pm

    thank you bang…
    pas banget buat bahan laporan gw..

  3. kathryn permalink
    13 Juni 2009 10:19 am

    thx bgt y informasix….

  4. Oktaviant Dwi hasmiko permalink
    30 Oktober 2009 5:39 am

    mas, saya miko mahasiswa institut / sekolah tinggi yang dikelola oleh pemerintah lewat Departemen Komunikasi dan Informatika.
    yang ingin saya ungkapkan adalah :
    1. Bagaimana menjadi seorang producer atau sutradara yang dapat menciptakan ide kreatif yang maksimal dan dapat dimengerti oleh khalayak umum.
    2. Apakah perlu sebuah sinopsis disusun harus dengan bahasa yang sangat baku?
    Saya rasa pertanyaan dari saya cukup sekian saja…
    Semoga saya juga mendapatkan jawaban yang optimal….

  5. fredyusanto permalink*
    14 November 2009 10:00 pm

    ok…coba aku jawab ya…

    menurutku,kreatifitas itu bisa muncul dari mana aja, dan sah-sah saja bila kreatifitas tersebut terilhami oleh sebuah karya yg sudah exist, tapi bukannya trus kita jiplak abis…modifikasi sesuai dengan goal kita. Dalam hal kreatifitas, antara producer dan sutradara punya porsi masing-masing. Producer frame berpikirnya lebih global, sedangkan sutradara lebih spesifik. Kadang Producewr kurang mempertimbangkan masalah teknis, dan Sutradara kebalikannya, lebih berpikir secara teknis. Jadi kerjasama keduanya sangat diperlukan. Balik lagi ke kreatifitas, jam terbang sangat mempengaruhi kreatifitas seseorang. Makanya, banyakin action aja, kalo suka nulis, tulis aja skenario, kalo suka film, jangan cuma nonton, bikin film….jadi kita akan lebih mengerti ttg dunia broadcast. dan korelasinya, akan muncul ide-ide baru yang relevan dengan dunia broadcast.Hubungannya dengan kalayak umum, ujung-ujungnya kita ngikut selera pasar, dan biasanya kalo ide kita ngikut selera pasar, karya yang dihasilkan juga tidak akan fenomenal. Kurang ada gregetnya kali ya…contohnya film jailangkung 1. Dia jadi trendseter film di Indonesia (saat itu) dan semua producer & sutra berlomba bikin film horor. Ada Apa dngan Cinta, akhirnya jadi trenseter film ber genre remaja. Cari ide seperti ‘kasus’ film Ada Apa dengan cinta, sesuatu yg beda dari yg ada di pasaran, tapi pasar bisa menerima.

    Pertanyaan kedua,
    Setahuku, bahasa baku tidak wajib , tapi jangan juga terlalu nge “slank”. Usahakan bahasa sinopsis itu bisa dipahami oleh semua kalangan, agar semua orang yang baca mudah mengerti benang merah yang mau disampaikan.

    ok, semoga bermanfaat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: